Panorama Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur
Gambar sebelah kanan adalah salah satu pemandangan Pronojiwo pada pagi hari, diambil dari sebuah jembatan jurusan Pronijiwo-Lumajang
Lumajang merupakan salah satu daerah yang menjadi tujuan wisata oleh
banyak wisatawan. Hal ini karena ada beberapa tempat wisata di Lumajang
yang sangat menarik untuk menjadi sasaran liburan keluarga. Nah, bagi
anda yang mungkin ingin melakukan atau mungkin baru merencanakan
berlibur bersama keluarga, tidak ada salahnya jika anda mencoba untuk
pergi berkunjung ke daerah Lumajang. Di kota ini mungkin anda akan
mendapatkan suasana yang berbeda dengan liburan-liburan yang sebelumnya.
Sebelum anda memutuskan untuk belibur ke daerah Lumajang, tahukah anda di mana sebenarnya Lumajang tersebut? Sebagai gambaran awal bahwa Lumajang merupakan salah satu kabupaten di daerah Jawa timur dan seharusnya anda sebagai warga Indonesia sudah tahu mengenai tempat ini. Terlebih bagi anda yang hanya tinggal di Jawa, apalagi di Jawa Timur, mendengar kata Lumajang tentu bukan hal yang asing lagi.
Nah, untuk beberapa tempat wisata di Lumajang, wajar jika banyak orang yang belum mengetahuinya dan untuk mengenal lebih jauh, ada baiknya jika anda menyempatkan waktu untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Kabupaten Lumajang berikut.
1. Pantai Watu Godeg
Tempat wisata ini terletak di desa Bulurejo, sekitar 8 km dari
kecamatan Tempursari ke arah selatan atau berjarak sekitar 80 km dari
pusat kota Lumajang. Pantai ini cukup unik untuk anda kunjungi karena
pemandangan laut lepas yang indah dengan latar belakang bukit dan juga
bebatuan besar. Uniknya lagi, ketika batu tersebut terkena hempasan
ombak seolah-olah batu bergoyang seperti halnya kepala manusia geleng di
mana dalam bahasa jawa disebut godeg. Maka tak heran jika kemudian
pantai ini diberi nama dengan Pantai Godeg.
Gunung Semeru
Wisata paling terkenal di daerah Lumajang ini ya Gunung Semeru. Gunung Semeru berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, yang merupakan sebuah kawasan wisata yang terletak di antara 4 kabupaten yaitu Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Malang,
Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Probolinggo. Jadi bisa dikatakan
Gunung Semeru ini dimiliki oleh keempat kabupaten tersebut. Bagi anda
pecinta alam atau yang suka mendaki gunung, belum lengkap rasanya jika
anda belum bisa menaklukkan puncak Semeru ini.
Danau Ranu Kumbolo
Sebelum anda berhasil menaklukkan puncak Semeru, sebelumnya anda
harus mengunjungi obyek wisata satu ini yaitu Danau Ranu Kumbolo. Danau
ini berada di lereng Gunung Semeru, dan merupakan tempat pengambilan air
yang terakhir sebelum para pendaki melanjutkan perjalanan menaklukkan
puncak Semeru, karena setelah perjalanan melewati danau ini anda tidak
akan menemukan lagi sumber mata air sampai puncak nantinya.
Selain kelima tempat wisata di Lumajang di atas, ada lagi satu pantai yang terletak di Lumajang yaitu Pantai Bambang atau dalam Bahasa Jawanya Segoro Bambang. Pantai ini berada di Desa Bago, Kecamatan Pasirian, ya kurang lebih 24 km dari pusat kota Lumajang. Jika anda berada di pantai ini sebaiknya berhati-hati karena ombak di Pantai Bambang ini tergolong besar, mencapai 3 meter, seperti Pantai Parangtritis yang ada di Yogyakarta.
Sebelum anda memutuskan untuk belibur ke daerah Lumajang, tahukah anda di mana sebenarnya Lumajang tersebut? Sebagai gambaran awal bahwa Lumajang merupakan salah satu kabupaten di daerah Jawa timur dan seharusnya anda sebagai warga Indonesia sudah tahu mengenai tempat ini. Terlebih bagi anda yang hanya tinggal di Jawa, apalagi di Jawa Timur, mendengar kata Lumajang tentu bukan hal yang asing lagi.
Nah, untuk beberapa tempat wisata di Lumajang, wajar jika banyak orang yang belum mengetahuinya dan untuk mengenal lebih jauh, ada baiknya jika anda menyempatkan waktu untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Kabupaten Lumajang berikut.
1. Pantai Watu Godeg
Pantai Watu Godeg Lumajang
Gunung Semeru
Puncak Gunung Semeru Lumajang
Danau Ranu Kumbolo
Danau Ranu Kumbolo Lereng Semeru Lumajang
Selain kelima tempat wisata di Lumajang di atas, ada lagi satu pantai yang terletak di Lumajang yaitu Pantai Bambang atau dalam Bahasa Jawanya Segoro Bambang. Pantai ini berada di Desa Bago, Kecamatan Pasirian, ya kurang lebih 24 km dari pusat kota Lumajang. Jika anda berada di pantai ini sebaiknya berhati-hati karena ombak di Pantai Bambang ini tergolong besar, mencapai 3 meter, seperti Pantai Parangtritis yang ada di Yogyakarta.
Wisata Hutan Bambu
Alamat : Indonesia , Jawa Timur, Lumajang
Categories
Jawa Timur memiliki objek wisata yang sangat menarik dan beraneka ragam, temasuk juga Wisata Hutan Bambu di Lumajang . Pilihan wisata yang menawakan pemandangan ini menarik untuk dikunjungi karena pengunjung bisa menikmati suasana asri nan sejuk.
Obyek Wisata Hutan Bambu berletak di sebuah desa yang berada di lereng Gunung Semeru, yaitu Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro, kab. Lumajang , Kawasan hutan bambu yang memiliki luas sekitar 14 hektare ini berjarak sekitar 30 kilometer dari pusat Kota Lumajang dapat di tempuh dengan kendaraan pribadi baik roda 2 maupun roda 4.
Hutan Bambu Sumbermujur ini terlihat elok dan sama sekali tidak ada kesan angker seperti jika anda mendengarnya. Areal sekitarnya terasa sejuk sepanjang hari. Selama di dalam Pengunjung dijamin tidak akan terkena sengatan sinar matahari, meski datang siang hari bolong yang panas. Sorotan matahari bisa diredam oleh daun – daun bambu yang rimbun. Memasuki hutan bambu ini bak menyeruak sebuah terowongan raksasa.
Sepanjang hutan bambu, anda dapat melihat ratusan kera – kera jinak. Wisatawan pun bisa berinteraksi seperti memberikan makanan. Tak hanya itu, para pengunjung juga bisa melihat ribuan ekor kalong atau kelelawar yang bergelantungan di pohon-pohon bambu dan pohon sekitarnya.
Lumajang, sebuah daerah yang terletak di kaki timur Semeru kaya akan
pemandangan alam yang begitu mempesona, salah satunya adalah tempat
pemandian alami dimana sumber mata airnya secara alami keluar dari perut
bumi. Nama pemandian itu adalah "Selokambang" dimana pemandian ini
merupakan salah satu pemandian alam yang terletak di desa Purwosono
kecamatan Sumbersuko.
Untuk menuju lokasi pemandian wisata Selokambang hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dari kota Lumajang, karena desa Purwosono berjarak hanya sekitar 5 Km dari ibukota Kabupaten Lumajang. Pemandangan yang masih alami dengan pepohonan yang begitu rimbun menambah kecantikan pemandian alam Selokambang ini. Tidak hanya pemandangannya saja yang indah dan sedap di pandang mata, air di pemandian Selokambang ini sungguh menyegarkan bagi siapa saja yang mandi disana. Air dari pemandian Selokambang ini juga dialirkan ke sungai-sungai dan dimanfaatkan untuk mengairi sawah-sawah disekitarnya, sehingga tidaklah mengherankan jika disekitar pemandian bisa kita dapatkan pemandangan sawah-sawah yang hijau.
Menurut cerita tradisi lisan penduduk setempat, kisah penciptaan Selokambang dengan Mbah Purwosono, bahkan nama sungai yang berasal dari mata air Selokambang dinamakan sungai Purwo. Pada tahun 1904 menurut laporan dari Knebel seoarang berkebangsaan Belanda, menuliskan dalam laporannya bahwa di Selokambang ada beberapa patung yang terletak di sebuah gubuk bamboo di bawah pohon beringin, salah satu di antaranya adalah patung Siwa sedangkan patung yng lain tidak diketahui namanya. Hadiidomulyo dalam bukunya Napak tilas perjalanan Mpu Prapanca mengidentifikasi Purwosono sebagai desa Tepasana yang di tuliskan oleh Mpu Prapanca dalam kitab Negarakertagama, dimana Tepasana dianggap sebagai ibukota Lamajang Selatan.
Menurut cerita masyarakat sekitar pada saat diadakan pembuatan jalan di Selokambang, ditemukan emas selain itu di tempat tersebut juga ditemukan beberapa peninggalan purbakala.Dwi Cahyono Arkelog Universitas Negeri Malang menuturkan bahwa suatu patirtan biasanya selalu melengkapi Bangunan Suci dalam hal ini suatu Candi. Dwi juga menuturkan bahwa ada kemungkinan dulu Selokambang merupakan sebuah situs Patirtan dan dalam pengembangannya patut diperhatikan karena diperkirakan masih ada peninggalan-peningglan purbakala disana yang belum ditemukan.
Untuk menuju lokasi pemandian wisata Selokambang hanya dibutuhkan waktu sekitar 15 menit dari kota Lumajang, karena desa Purwosono berjarak hanya sekitar 5 Km dari ibukota Kabupaten Lumajang. Pemandangan yang masih alami dengan pepohonan yang begitu rimbun menambah kecantikan pemandian alam Selokambang ini. Tidak hanya pemandangannya saja yang indah dan sedap di pandang mata, air di pemandian Selokambang ini sungguh menyegarkan bagi siapa saja yang mandi disana. Air dari pemandian Selokambang ini juga dialirkan ke sungai-sungai dan dimanfaatkan untuk mengairi sawah-sawah disekitarnya, sehingga tidaklah mengherankan jika disekitar pemandian bisa kita dapatkan pemandangan sawah-sawah yang hijau.
Menurut cerita tradisi lisan penduduk setempat, kisah penciptaan Selokambang dengan Mbah Purwosono, bahkan nama sungai yang berasal dari mata air Selokambang dinamakan sungai Purwo. Pada tahun 1904 menurut laporan dari Knebel seoarang berkebangsaan Belanda, menuliskan dalam laporannya bahwa di Selokambang ada beberapa patung yang terletak di sebuah gubuk bamboo di bawah pohon beringin, salah satu di antaranya adalah patung Siwa sedangkan patung yng lain tidak diketahui namanya. Hadiidomulyo dalam bukunya Napak tilas perjalanan Mpu Prapanca mengidentifikasi Purwosono sebagai desa Tepasana yang di tuliskan oleh Mpu Prapanca dalam kitab Negarakertagama, dimana Tepasana dianggap sebagai ibukota Lamajang Selatan.
Menurut cerita masyarakat sekitar pada saat diadakan pembuatan jalan di Selokambang, ditemukan emas selain itu di tempat tersebut juga ditemukan beberapa peninggalan purbakala.Dwi Cahyono Arkelog Universitas Negeri Malang menuturkan bahwa suatu patirtan biasanya selalu melengkapi Bangunan Suci dalam hal ini suatu Candi. Dwi juga menuturkan bahwa ada kemungkinan dulu Selokambang merupakan sebuah situs Patirtan dan dalam pengembangannya patut diperhatikan karena diperkirakan masih ada peninggalan-peningglan purbakala disana yang belum ditemukan.
Menikmati Pesona Kabupaten Lumajang
Dalam episode leisure dalam negeri kali ini, kami akan mengajak Anda untuk menikmati pesona alam gunung Semeru dan pantai-pantai indah, yang ada di Kabupaten Lumajang. Lumajang merupakan salah satu kabupaten yang berada di kawasan tapal kuda, propinsi Jawa Timur. Di bagian barat laut, yakni di perbatasan dengan Kabupaten Malang dan Kabupaten Probolinggo, terdapat rangkaian pegunungan Bromo, Tengger, dan Semeru. Sedangkan dibagian timur merupakan dataran rendah, yang memiliki banyak pantai dengan panorama yang indah. Jarak antara Surabaya-Lumajang sekitar 150 Km, kurang lebih 4 jam jarak tempuh kendaraan bermotor.
Secara Administratif gunung Semeru terletak di Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Malang. Gunung Semeru merupakan gunung tertinggi di pulau Jawa, puncak gunung ini dikenal dengan sebutan Mahameru. Kawasan Gunung Semeru saat ini sudah termasuk dalam kawasan taman nasional Bromo Tengger Semeru. Selain Bromo, Semeru juga menjadi salah satu andalan tujuan wisata di Jawa Timur, karena disekitarnya memiliki objek-objek wisata dengan pesona yang luar biasa. Banyak wisatawan lokal dan mancanegara yang mengunjungi Semeru setiap harinya, bagi Anda yang belum pernah berkunjung ke Semeru, tempat ini layak di agendakan.
Bagi Anda yang suka mendaki, butuh waktu 4 hari (pulang- pergi) untuk menuju puncak gunung tertinggi di pulau Jawa ini. Dari pusat kota Lumajang, butuh waktu sekitar 20 menit untuk tiba di desa Senduro yang berada di kaki Semeru, setelah melewati hutan yang lebat perjalanan dilanjutkan menuju desa Ranu Pani. Disinilah letak pos pendakian berada, dan Anda diwajibkan untuk membuat surat ijin pendakian, sesudah itu Anda bisa leluasa menikmati pesona Semeru. Di desa ini terdapat dua danau yang sangat indah, yaitu danau Ranu Pani dan Ranu Regulo, jika Anda ingin bermalam atau sekedar beristirahat bisa juga di pos ini.
Lumajang tak hanya memiliki gunung yang indah, pantai-pantai yang ada di Kabupaten ini juga begitu indah nan eksotis. Dari begitu banyak pantai, kami hanya sempat mengunjungi beberapa saja, yaitu pantai Bambang, Watu Pecak, Watu Godeg dan Watu Gedeg. Pantai Bambang merupakan pantai dengan ombak besar berlapi, dengan ketinggian mencapai 3 meter. sebagai ciri khas pemandangan pantai selatan. Pantai Bambang terletak di desa Bago Kecamatan Pasirian, 24 Km jarak dari kota Lumajang. Disebelah timur pantai Bambang terdapat pantai Watu Pecak, pantai ini biasanya digunakan sebagai tempat upacara Melasti atau sesuci bumi bagi umat Hindu Darma Bali.
Pantai Watu Godek dan pantai Watu Gedek berada di Kecamatan Tempursari, berjarak 55 Km dari kota Lumajang dengan jarak tempuh sekitar 2 jam. Pantai Gedek memiliki tebing yang berbentuk seperti anyaman bambu atau gedek, oleh masyarakat sekitar pantai ini dinamakan watu gedek. Tak jauh dari lokasi Watu Gedek kita bisa menemukan pantai yang tak kalah indahnya yang dinamakan pantai Watu Godek. Panorama dipantai Watu Godek ini sangat indah, pemandangan laut lepas dengan latar bebukitan. Di pantai ini terdapat batu besar yang bila terkena ombak kelihatan seperti bergoyang godek (geleng kepala).
Terpesona Indahnya Air Terjun di Atas Goa Tetes Lumajang
Bagi penyuka wisata
tantangan, Goa Tetes Lumajang merupakan tempat yang pas untuk
dijelajahi. Selain menantang, goa ini juga cantik dengan air terjun yang
mengalir di atasnya.
Goa Tetes Lumajang merupakan wisata goa sekaligus air terjun yang
berada di Desa Sidumulyo, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur. Membutuhkan
tenang ekstra untuk bisa sampai di dalam perut goa. Selain sulit, medan
yang dilalui juga licin.
Namun, Anda bisa menemukan pemandangan indah di sana. Goa cantik yang berbalut dengan hawa sejuk pegunungan bisa membuat hati tenang. Belum lagi gemuruh air terjun di atas goa, menjadi pelengkap daya tarik Goa Tetes Lumajang.

Namun, Anda bisa menemukan pemandangan indah di sana. Goa cantik yang berbalut dengan hawa sejuk pegunungan bisa membuat hati tenang. Belum lagi gemuruh air terjun di atas goa, menjadi pelengkap daya tarik Goa Tetes Lumajang.
Langganan:
Postingan (Atom)
